Rabu, 30 Januari 2013

Titik nol pulau Bangka.


Mungkin aneh kalau bicara tentang titik nol suatu daerah. Bagi yang ngerti malah mau bertamya dimana letak titik nolnya.
Pada foto diatas, titik nol pulau Bangka khususnya kota Pangkalpinang terdapat didepan halaman gereja itu.  Tiang titik nol Km (bersebelahan dengan patok titik nol) itu nampaknya sudah terlalu kecil dan rendah sehingga tidak lagi terlihat pada kejauhan. Apalagi pada saat lalulintas padat, kecuali sedang berdiri di dekatnya. Jalan aspal yang terlihat itu adalah jalan protokol, maka foto diambil pada saat lalulintas reda, kalau tidak maka jalan jadi tertutup oleh kenderaan. Jalan raya kearah kiri tempat arah truk keluar bernama Jalan Merdeka terdapat rumah dinas tempat kediaman Walikota Pangkalpinang sekatang. Asalnya tempat tinggal Residen, penguasa daerah tempo doeloe di zaman penjajahan Belanda. Rencananya rumah dinas itu akan dijadikan museum.
Bangunan yang terlihat di tengah foto itu adalah Kantor Polresta sekarang. Tempo doeloenya kantor residen.

Yang menentukan letak titik nol itu tentu pemerintah kolonial Belanda dulu. Bagi penduduk pribumi penentuan titik itu barangkali gak tahu dan gak ada keperluannya pada waktu itu. Bagi penduduk kota Pangkalpinang sekarangpun mungkin ada yang tidak tahu atau tidak peduli akan keberadaannya dimana.
Pada satu priode zaman kolonial Belanda dulu pulau Bangka/Belitung menjadi wilayah keresidenan dipimpin oleh seorang Residen, berkedudukan di kota Mentok, Sejak tanggal 13 September 1913 kedudukan Residen dipindahlan ke Pangkalpinang. Secara tidak jelas ketepatannya pada masa itulah penetapan titik nol pulau Bangka ditetapkan. Pemindahan dari Mentok ke Pangkalpinang karena Pangkalpinang letaknya di tengah pulau Bangka lebih efisien dalam pengaturan dan keperluan lainnya.
Katanya dari titik nol itu diharapkan kota berkembang ke arah Utara. Memang kenyataannya satu kelurahan dari Kabupaten Bangka sudah dimasukkan kedalam wilayah kotamadya Pangksalpinanng, Tetapi pengembangan ke daerah Selatan terganjal barangkali masalah rezeki daerah setempat. Sebab di kelurahan bagian selatan itu diantaranya terdapat lapangan terbang bernama bandara Depati Amir yang sekarang sedang dibangun menjadi bandara internasional akan menampung pesawat dari Singapura dsb guna mengembangkan pariwisata daerah Bangka/Belitung. Tentu hal ini merupakan income daerah, yaitu bagi Kabupaten Bangka Tengah. Pengembangan ke arah Barat juga repot karena daerahnya milik kabupaten yang sama yaitu Kabupaten Bangka Tengah yang daerah utaranya sudah dilepas disebut di atas. Tinggal lagi pengembangan ke arah Timur yang sudah dijadikan basis daerah industri. Tetapi areal daratannya relatif sempit, selebihnya adalah laut. Apakah kota akan dikembangkan di atas laut?
Teringat ketika rakyat Bangka berjuang mau menjadi propinsi sendiri, Ali Murtopo pada zaman berkuasanya dalam salah satu pidatonya di PELTIM/Mentok berucap menyilakan mendirikan propinsi di laut saja. Apakah itu sebuah ejekan sekaligus penolakan? Ternyata tanpa sengaja pemerintah Kotamadya Pangkalpinang sekarang (sampai awal 2013) menantangnya punya rencana mengembangkan kota di atas laut disebut (biar garang dikit):Water front cityTerlaksana? Biar sejarah yang menjawabnya. 



                 Pantai Pasir Padi, Pangkalpinang. Di atasnya bakal ada waterfront city?

Lalu sejarah titik nolnya tadi? Ya titik nolnya itu dianggap berada di tengah kota pemerintahan pada zaman itu yang terletak disebelah Utara sungai Rangkui yang membelah kota Pangkalpinang menjadi dua, yaitu bagian Utara dan bagian Selatan. Disebelah Selatan sungai terdapat mesjid Jami' yang sekarang menjadi mesjid terbesar, dan perkampungan Tionghoa berikut berkembangnya pasar. Di Selatan juga terdapat tempat pekuburan orang-orang Belanda disebut Kerkhoft ( bacanya: kerk(gereja)-hoft, di mulut penduduk menjadi: kerkop; gampang kan? Sekarang lokasi itu menjadi daerah cagar budaya yang keberadaannya dilindungi oleh undang-undang). Sebelum pecah perang dunia ke-II di sebelah Selatan juga sudah dibangun lapangan terbang perintis terletak di kampung Dul kira-kira 10 kilometer dari titik nol. Lapangan terbang yang sudah beroperasi terlebih dahulu terdapat di Mentok yang sekarang lapangannya sudah menjadi pemukiman penduduk karena digantikan oleh lapangan terbang Kampung Duil sekarang bandara Depati Amir itu.
Dari titik nol tadi ditarik jarak kearah Barat masuk ke kota Mentok (sekarang ibukota kabupaten Bangka Barat) terdapat paal 138 km sekitar seratus meter lagi sampai ke bibir pantai. Paal (baca: pa:l) adalah bahasa Belanda yang berarti tiang atau tonggak dalam hal ini berukuran setinggi lutut atau lebih yang dipasang tiap berjarak 1 km, Kata pal melekat dimulut penduduk sampai sekarang karena ada kampung yang tumbuh di dekat tanda itu dinamakan sesuai dengan jaraknya, misalnya kampung Pal 5, kampung Pal 6 diucapkan Pal Nam (dari Mentok).
Ditarik jarak ke Selatan masuk kota Toboali yaitu ibukota Kabupaten Bangka Selatan yang menonjol dengan produk terasi (Bangka: belacan) home-made dijamin super bersih super mutu super harga; lalu ditarik ke Utara masuk Belinyu kota kecamatan paling Utara dari Kabupaten Bangka yang menonjol dengan produk khasnya siput gonggong goreng, jaraknya lebih pendek daripada ke Mentok, yaitu ke Toboali 125 Km dan ke Belinyu 87 Km. .
Apa hubungan titik nol dengan wisata? Setiap wilayah punya titik nolnya, tinggal dipelihara diperhatikan atau tidak. Selain di luar negeri di Indonesia ada titik nolnya juga. Dimana titik nol Indonesia? Dimana titik nol Jakarta, Jogjakarta, Bandung, Surabaya, Menado dst? Masing-masing mempunyai lokasi titik nolnya berada. Di dunia wisata titik nol sudah menjadi agenda untuk dikunjungi berikut sejarahnya.
Di Google Maps kota Pangkalpinang disebut Pangkalan Baru. Padahal Pangkalan Baru lain, Pangkalpinang lain. Ketika (kabupaten) Bangka masih di bawah Palembang, maka salah satu kecamatannya yang baru dibentuk diberi nama Pangkalan Baru (nama kecamatan bukan nama kota)Sekarang wilayah kecamatan itu masuk Kabupaten Bangka Tengah dengan ibukotanya Koba, tempat terdapat perusahaan tambang timah pma bernama PT. KOBA TIN yang semula dikelola Australia kemudian Malaysia. Rupanya di Lampung Selatan juga terdapat nama Pangkalan Baru. Jangan salah alamat.

Titik nol pulau Bangka juga adalah titik nol kota Pangkalpinang seperti yang nampak pada foto sebelah ini  tertuilis pada tugu  atau pal: PKP 0.  Sedikit didepannya terdapat tanda  patok milik PU. Di samping kanan patok PU ini terdapat patok yang  lebih rendah dan kecil pula milik Badan Pertanahan Nasional sebagai  koordinat pedoman pengukuran letak kedudukan tanah .
Didepannya tampak tiang nol Km lama yang tidak terdapat papan penunjuk jarak Km alias tidak dipakai lagi, digantikan oleh tiang yang tetap rendah terlihat ada papan kuning di atasnya.
Tidak terdapat penjelasan apa yang menjadi dasar atau patok/tanda alam dalam menetapkan titik nol itu. Cuma yang bisa menjadi perhatian adalah bahwa titik nol itu berjarak hampir 1 Km (karena jalannya sudah lurus?) dari jembatan suingai Rangkui. Tentu sungainya tidak berpindah-pindah dari dulu, paling-paling pembangunan jembatannya yang bergeser.
Tiang-tiang biru muda berpuncak berwarna kuning  adalah sebagian tiang halaman depan gereja.


2 komentar:

  1. This is a good posting and also one of the most interesting topic.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thanks for your attention, (what then? Miss or Mrs? Mr.Kebaya, I suppose not).

      Hapus