Selasa, 21 April 2015

The ship that never sailed in Pasir Padi.

Sudah bertahun-tahun kapal itu dibangun dan dimanfaatkan tetapi sampai sekarang tidak pernah diluncurkan untuk berlayar. Itulah dia sebuah kapal terdapat di pinggir pantai Pasir Padi, Pangkalpinang Bangka. Apa pasal? (kata orang Malaysia, 'kali). Karena kapal itu hanyalah sebuah restoran yang bangunannya berbentuk kapal dan tiang-tiang penunjangnya terpancang persis di bibir pantai. Oleh karena itu, angin laut tak hentinya berhembus sepanjang hari dan sepanjang malam, tanpa perlu menghidupkan AC biar hemat ongkos listrik.
Meskipun orang ramai berada didalam kapal itu tak usah khawatir akan kepanasan. Kapal bisa digunakan untuk acara ulang tahun, acara tahun baru, acara kongnyan (Tionghoa) atau acara-acara lainnya dalam suasana pantai atau yang dapat disesuaikan karena band/musik tersedia. 
Karena Pasir Padi pantainya landai, maka hanya ketika air laut pasang saja airnya mendekati kapal ini. Oleh karena itu pula apabila orang berdiri disisi kapal maka yang terlihat cuma hamparan pasir pantai yang cukup luas tanpa air laut yang bergelombang.
Itulah dia kapal yang tak pernah berlayar.









   

Minggu, 19 April 2015

Suatu pagi di alun-alun Pangkalpinang.



Alun-alun Taman Merdeka Pangkalpinang, sebuah taman kota dipakai pula  sebagai tempat rekreasi keluarga, berolah raga ringan, berjalan kaki, juga sering dipakai untuk pameran atau promosi dengan menggunakan tenda portable seperti yang dimanfaatkan oleh KNPI Bangka Belitung dengan menggaet sponsor pada pagi hari libur 19 April 2015 lalu. Pada hari itu juga pihak Polri setempat mengambil kesempatan menawarkan  mencari calon-calon peserta untuk ikut pendidikan di kepolisian secara gratis.
Taman ini dulu adalah lapangan bola, digagas oleh Zulkarnain Karim (ketika masih menjabat Walikota Pangkalpinang) menjadi sebuah taman, karena lapangan bola itu membentang kearah timur dan barat, sehingga apabila ada permainan maka pada salah satu gawang kipernya akan menghadap matahari.
Penjaja makanan dan pedagang kaki lima dengan sendirinya tumbuh disekitar taman itu yang tentunya jadi gawe tatakota untuk menertibkannya.
Sementara rakyat Pangkalpinang dan sekitarnya masih terus menikmati kehadiran taman ini, mungkin jadi sebuah ironi ketika sang mantan Walikota yang telah uzur karena umur dan menderita sakit tersebut menghadapi tuntutan pengadilan (April 2015) dengan hukuman satu tahun penjara karena tertuduh terkait masalah korupsi. (Edit per Mei 2015, ternyata puitusan hakim itu telah diterima dan dilaksanakan dengan memotong masa hukuman dengan lamanya masa tahanan, sehingga sang mantan walikota sudah menjadi bebas sekarang dan tinggal di Jakarta.)  


Rabu, 06 Agustus 2014

Dari "OA atau OP" sampai meriam.

Ketika mengatakan bahwa sakit lutut isteri saya sudah grade-4, ada yang bertanya "OA atau OP?" Untung saja sudah tahu istilah medisnya sehingga saya bisa menjawab dengan sempurna. Ini adalah soal penyakit, tentu tak cocok ditulis dalam blog wisata. Yang pasnya dikupas dalam blog tentang kesehatan atau obat-obatan. Tetapi ini dijadikan pengantar karena absennya menulis isi blog ini disebabkan adanya masalah OA-OP itu. Sudah bebarapa kali berobat dan konsultasi di rumah sakit di Jakarta, tetapi keputusan akhir memilih rumah sakit di Bekasi karena pertimbangan biaya dan fasilitas pendukung. Sebagai seorang muslim tentu mengucapkan alhamdulillah karena ketika masuk puasa atau awal Juli 2014 lalu kami telah kembali ke rumah setelah beberapa bulan di Jakarta dan Bekasi, tetapi dengan catatan bahwa yang dioperasi baru sebelah. InsyaAllah dalam waktu dekat ini setelah dua bulan atau lebih akan dioperasi yang sebelahnya lagi.
Oleh karena itu pula dalam suasana lebaran akhir Juli 2014 lalu saya berniat mau membuat tulisan dan foto tentang mercu suar Tanjung Kelian di Mentok, Bangka Barat. Tiang lampu selaku pembimbing pelayaran yang telah berdiri lebih dari satu abad itu, di areal bawahnya menjadi tempat rekreasi atau wisata pantai bagi masyarakat di sekitarnya dan mengundang pendatang dari tempat yang lebih jauh.
Sayang rencana membuat foto itu tidak bisa terlaksana karena terhalang cuaca, yang disebut hujan lokal. Lalu matahari sudah terlalu ke bawah dan sudah enggan bersinar, tidak cocok lagi menggambarkan sekitarnya, alhasil foto batal.
Tetapi andaikata ada yang kepingin melihat foto wisata di Bangka, terutama pantai atau yang lainnya, tentu bisa melihat pada blog atau kontributor lainnya, atau bisa juga dituntun melihat foto-foto wisata di Bangka dengan mengklik disini.
Yang khususnya di areal Tanjung Kelian ini adalah terdapatnya tugu peringatan korban perang Dunia II lalu, yaitu sejumlah warga Australia sedang dalam perlayaran kapalnya tenggelam kena bom pesawat terbang Jepang. Yang menjadi perhatian adalah dalam pemberitaan kapal itu dalam misi kemanusiaan, salah satu yang selamat ialah seorang jururawat yang belum lama ini meninggal dalam usia 80-an di Australia. Hal ini tentu mengerutkan kening orang yang berhati sosial. Tetapi anehnya ada kontradiksi apabila ada info tambahan, bahwa kapal itu dilengkapi sebuah meriam di haluan depannya, dan kabar yang susah dikonvermasi lagi katanya meriam itu sempat menembak pesawat Jepang yang mendekat. Meriam ini pernah menjadi pajangan di halaman sebuah kantor pemerintah di Mentok yang tentunya menjadi perhatian sejumlah mata yang lewat pada waktu itu. Belum ada kejelasan meriam itu dibawa kemana, kapan dan siapa yang memerintahkannya, sehingga hilang dari pajangan. Padahal eksistensi meriam itu bisa menjadi bukti fakta sejarah mengapa kapal itu dibom. Hal ini barangkali akan menguntungkan pihak Jepang di mata dunia. Tetapi dari masalah lain, sang jururawat yang selamat itu belakangan mengatakan bahwa dia melihat sejumlah orang diisi dalam perahu kemudian dibawa ke tengah laut oleh serdadu Jepang lalu tidak ada berita tentang nasib mereka selanjutnya. Hal ini semula memang didiamkan oleh sang jururawat menimbang keselamatan dirinya sendiri pada waktu itu. Keterangan selebihnya belum didapat. Saksi sejarah telah meninggal, tapi dia sudah sempat menjadi saksi pada sidang kejahatan perang di Tokyo pada tahun 1947.
Tentang  body kapalnya sendiri pada mulanya yaitu sekitar pertengahan  Februari 1942 ketika tenggelam hingga kandas di antara Tanjung Kelian dan pelabuhan Mentok; karena perairannnya tidak terlalu dalam maka kira-kira seperempat lebih badan kapal masih terlihat di atas permukaan air, sehingga bentuk badan kapal masih bisa tertampang jelas dan lengkap, kecuali bagian yang terkena bom.
Tidak jelas kapan dimulainya, dan siapa yang memulainya, berdasarkan legalitas atau tidak, besi-besi kapal itu mulai dipereteli (cut down) dalam jangka waktu cukup lama. Akhirnya kerangka kapal itu hanya masih terlihat apabila air laut surut. Tetapi kemudian tidak terlihat lagi meskipun air surut, dan bagi yang tidak tahu sejarahnya akan tidak tahu pula bahwa disitu terkubur sebuah kapal yang kena bom. Juga jadi pertanyaan apakah dalam peta laut masih tercatat bahwa disitu ada sebuah kapal yang tenggelam (barangkali tinggal lunasnya saja).



                          Ini adalah meriam air, bukan meriam yang dipasang di haluan
                          kapal Australia itu yang bisa menembak pesawat. Meriam air        
                          berasal dari bahasa Inggeris water gun.  Water gun ini di Tambang
                         Timah Bangka disebut monitor, dipakai bukan untuk menyemprot
                          pelaku demonstrasi tetapi dipakai untuk merobohkan tanah, lalu
                          tanah yang bercampur air itu diproses dalam teknik pemisahan 
                          bijih timah dari tanahnya, kemudian bijih timah itu dikumpulkan dan
                          dikirim ke peleburan timah untuk diproses menghasilkan logam
                          timah putih atau disebut stannum/Sn (bukan timah hitam  disebut 
                          plumbum/Pb). Logam timah ini diantaranya dipakai untuk membuat
                          proyektil peluru, selain dipakai dalam industri lainnya.  
                                                                     
                                                 

Jumat, 31 Januari 2014

Lomba sampan di tengah kota.

Sungai Rangkui membelah dua kota Pangkalpinang, seolah-olah dari sisi sungai itulah pemukiman kecil tumbuh  menjadi kota berkembang  ke selatan dan ke utara begitu juga ke arah timur dan barat, sehingga sungai Rangkui nampaknya berada di tengah kota. Sekarang sisi-sisi sungai itu sudah di beton yang menampilkan bahwa sungai itu benar-benar di tengah kota.
Fisik sungai tertata rapih; tetapi airnya masih tetap keruh akibat penambangan timah secara inkonvensionil oleh rakyat di hulu.


Di tengah sungai itu pula pernah di adakan semacam lomba sampan yang diikuti oleh  beberapa orang nelayan di Pangkalpinang pada masa pemerintahan walikota Zulkarnain Karim (sudah diganti). Lomba itu nampaknya semacam uji coba sekali gus menambah alternatif hiburan untuk rakyat setempat.
Sayangnya acara seperti itu tidak berlanjut, sehingga tidak berkembang dan tidak ada perbaikan, baik cara maupun sarananya. Penyelenggaraannya pun kurang optimal, tidak ada sponsor dan publikasi. Mekipun demikian sudah sempat menyebabkan jembatan penyeberangan yang terbuat dari pipa besi roboh karena dipenuhi penonton. Untung tak ada yang cedera sirius. 
Mudah-mudahan walikota baru dan jajarannya punya inisiatif kembali, sehingga lomba lebih meriah.dan tampil lebih memadai. 

Rabu, 01 Januari 2014

Penanggalan 2013 habis; erorpun mudah-mudahan habis.

Mau tidak mau yang berhitung dengan tanggal tahun Masehi sekarang sudah habis. Kalau masih ada kegiatan yang baru atau yang lama, maka itu dimasukkan dalam priode tahun 2014. Adalah lumrah jika orang membuat semacam evaluasi terhadap kegiatan priode lama.agar menjadi wazan (timbangan, tolak ukur) bagaimana langkah berikutnya supaya lebih baik atau tidak mengulangi kesalahan.
Bangkawisatanet, sebuah blog kerdil yang masih perlu pupuk, juga ikut-ikutan berpikir seperti itu. Mulai ketika akan lahir sudah mengalami hambatan seperti diceritakan dalam post "Apa itu net?". Kemudian dalam 6 bulan terakhir mengalami kekosongan akibat sejumlah eror. Mulai dari komputer eror, konekting eror, kamera video eror, kamera foto eror, dan dilanjutkan dengan mood eror; akibatnya posting yang dinilai sudah ketinggalan dibatalkan tidak jadi dibuat. Bukan hanya itu, tapi blognya juga ikut latah eror. Bagaimana? Saya bertanya mengapa dalam dashboard saya tidak ada kolom "monitize"? Ada yang menjawab: Itu berarti blognya tidak layak untuk iklan. Saya bisa terima blog saya tidak layak untuk iklan. Itu kan wewenang yang "pegang kunci". Tetapi mengapa blog saya dikerumuni iklan berganti-ganti di halaman atas, bawah, tengah dan pinggir, dan tidak mau/bisa dibuang, nongol seenaknya saja. Kan lebih baik kalau iklan itu untuk saya di halaman saya. Bukan hanya sampai disitu, di halaman dashboard juga dipenuhi iklan yang gak mau lari, sehingga saya tidak bisa membaca statistik (ditutup iklan), begitu juga mau membuat entri jadi terganggu, lalu ditutup saja dan ditinggalkan. Akhirnya saya bersuara juga ke pengelola blog, lalu entah kapan ketika saya buka lagi enggak ada iklannya. Saya pikir hal ini terjadi karena mereka sedang lupa barangkali, dan saya siap-siap menunggu serangan iklan kembali untuk ditutup. Rupanya sampai sekarang dunioa sudah aman, lalu saya coba membuat entri baru. Tetapi apa yang terjadi?
Suatu ketika saya memeriksa blog dengan sign-in, tiba-tiba listrik PLN mati dan ups eror gak mau switch ke-osilator dc, sehingga tidak sempat save dan sign-out. Pada kesempatan lain, koneksi internetnya pula yang eror. Sehingga saya sign-in terus beberapa hari.
Sukur cuaca baik angin baik memberi kesempatan membuka entri lagi. Tetapi apa yang terjadi pula?
Ketika dashboard dibuka saya jadi bingung  memilih instruksinya karena yang nongol bukan dalam bahasa Indonesia, tetapi bahasa luar gak tahu pasti barangkali bahasa Philipino. Dikira-kira saja untuk buat entri baru tekan ini, klik!- dan mulai ngetik  Karena entri belum selesai maka saya tekan "save", lalu nongol instruksi baru yang tentu saya nggak ngerti, saya tekan saja save sekali lagi.
Kerja konek komputer sangat lambat, saya pilih gudbai saja. Pada kesenpatan lain ternyata yang disave cuma sebagian saja, nggak apa-apalah.
Sampai pertengahan tahun 2013 pemirsa yang berasal dari luar negeri digabungkan berjumlah lebih banyak daripada yang dari dalam negeri.sendiri. Tetapi menjelang bulan-bulan di akhir 2013 jumlah yang dari dalam negeri menjadi lebih banyak. Pada awalnya Amerika Serikat jauh lebih banyak daripada Rusia, tetapi pada pertengahan 2013 sempat Rusia lebih unggul daripada Amerika Serikat. Tetapi menjelang akhir 2013 jumlah pemirsa dari Amerika Serikat meningkat terus, dan kira-kiranya gak mungkin tersusul oleh Rusia lagi; sehingga Amerika Serikatlah yang terbanyak kemudian Rusia disusul olah Jerman dan Korea Selatan.
Pendatang akhir adalah Philipina dan Austria. Meskipun jadi pendatang baru Philipina melonjak cepat, sehingga untuk 10 besar jumlahnya menjadi peringkat ke-7 di atas Kanada , Italia dan Inggeris. Rupanya menjelang akhir tahun ada lagi pendatang baru, yaitu China, India, Taiwan dan Rumania. Mudah-mudahan saja terjemahannya betul, sehingga tidak membingungkan atau membuat jadi tidak mengerti.
Secara kwantitatif relatif bangkawisatanet termasuk blog kecil ysng mulai aktif sekitar 2 tahun yang lalu. Selain itu di Youtube saya juga punya channel: razak alimbar yang aktif sekitar setengah tahun yang lalu dengan beberapa video, jumlah tayangnya sudah lebih banyak daripada jumlah orang membuka bangkawisatanet.
Pada penutup tahun ini kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mampir di blog ini, meskipun tidak ada post baru masih ada juga yang membuka. Mudah-mudahan kita bertemu lagi di tahun 2014 dengan selamat.

Selasa, 31 Desember 2013

Memasuki tahun baru 2014; solar-year, lunar-year, kongnyan.

Tidak ditunggu-tunggu tahu-tahu tahun 2013 sudah habis lalu segera menjadi tahun 2014. Mudah-mudahan kita sama-sama selamat memasuki tahun baru ini, mau tidak mau setiap orang akan ikut masuk ke tahun baru itu. Matahari yang terbit pada tahun baru ini adalah matahari yang kemarin-kemarin juga, belum ada pergantian, kecuali siklus dan perhitungannya saja yang berbeda, yang mungkin menjadi tahun kelahiran bagi seseorang atau menjadi tahun kematian bagi yang lainnya, atau mungkin jadi tahun kebangkrutan bagi satu pihak tapi tahun keberuntungan bagi pihak lain. Yang jelas harapan dan optimisme perlu menjadi bekal. Bekal bagaimana mendapatkan hari esok yang lebih baik daripada hari ini.
Tahun baru itu apanya yang baru? 
Tahun baru yang dimaksud adalah tahun baru Masehi, yang dominan dengan indentitas keagamaan Kristen, sehingga ikut tahun baru dinilai ikut Kristen secara religius ikut merayakannya dengan segala kepercayaannya.
Pergantian tahun Masehi ini berdasarkan perhtungan yang disebut tahun-matahari atau solar-year, atau dalam bahasa Arab disebut "tahun-syamsiah', yaitu masa bumi mengelilingi matahari dari suatu titik kembali lagi ketitik itu dalam waktu yang disebut satu tahun (matahari). Dalam hal ini ternyata belum persis tiba kembali ke titik itu, tapi kurang seperempat hari lagi baru pas. Apabila sampai empat tahun berurutan beredar maka tertinggalnya akan menjadi sejarak satu hari. Oleh karena itu supaya perhitungannya tepat dimulai dari titik asalnya, maka ditambahlah satu hari dalam bulan Februari menjadi 29 hari. Tahun itu disebut tahun kabisat, dengan pengenalnya angka jumlah tahunnya dapat dibagi 4. Ini adalah koreksi atau pembetulan hitungan penanggalan/kalender.
Jadi, andaikata bisa membayangkan bentuk garis edar bumi mengelilingi matahari, maka apabila diambil salah satu titik di garis edar itu, lalu terus beredar sampai kembali lagi ketitik itu, maka disebutlah telah berjalan waktu selama satu tahun. Gerak edar berikutnya dikatakan tahun baru (yaitu perhitungannya) bagi yang menetapkan bahwa disitulah awal atau start hitungan tahunnya; setiap agama/kepercayaan punya tahun baru masing-masing, dengan catatan dalam hal ini bila menggunakan solar-year. .
Tahun baru Masehi yang dipakai diseluruh dunia pada umumnya termasuk Indonesia adalah tanggal 1 Januari (anak kecil juga tau). Tetapi bagaimana menentukannya? Apakah diambil sekian hari setelah kelahiran Jesus?
Menurut Hj.Irena Handono, seorang mantan biarawati yang belajar dari kecil spesialis ilmu Kristen mengatakan, bahwa tanggal 25 Desember adalah hari lahir dewa matahari orang Romawi zaman dulu. Pada penunjukan oleh yang lain disebutkan: 25 Desember bukanlah hari kelahiran Yesus (nabi Isa a.s.).
Yang paling tepat adalah bila dihitung ketika kedudukan bumi pada suatu titik di garis edarnya menghasilkan kulminasi matahari di sepanjang equator atau pada nol derajat lintang utara/selatani yaitu pada saat itu adalah tanggal 20-21 Juni, yang setiap tahun atau tahun depan akan ditemui kembali kondisi yang sama. Kedudukan lain tentu dapat dipakai. Lalu untuk mencari tanggal 1 Januarinya? Ya dihitung saja mundur atau maju, Juli-Agustus-September dan seterusnya tentu sesudah 31 Desember adalah 1 Januari.. Ini disebut tahun Masehi (Almasih, Isa Almasih), makanya latah ke hari lahir Yesus itu.
Keistimewaan tahun syamsiah ini adalah bahwa kejadian alam seperti kulminasi matahari di atas equator yang menghasilkan equinox di dunia itu akan terjadi berulang-ulang pada tanggal dan bulan yang sama setiap tahunnya. Maka cocoklah disebut berulangtahun. Oleh karena itu tahun syamsiah ada juga yang menyebutnya tahun-milad  (milad=ulangtahun, Arab).
Berbeda dengan perhitungan tahun-komariah (yang dipakai Islam dengan nama tahun Hijriah) atau tahun-bulan atau lunar-year, yaitu masa terbit/terlihatnya bulan sampai bulan gelap/tak-terlihat di bumi dalam waktu 29-30 hari disebut satu bulan. Lalu apabila telah berjumlah duabelas kali pergantian bulan disebut satu tahun. Bumi itu tentu bumi yang mengelilingi matahari dengan  tahun syamsiahnya juga, yang tertinggal seperempat hari untuk sampai ke tempat startnya. Pada tahun komariah bumi tertinggal 9-10 hari untuk sampai ke titik startnya, padahal sudah terjadi pergantian bulan sebanyak duabelas kali atau satu tahun komariah. Jadi, tahun komariah lebih pendek daripada tahun syamsiah 9-10 hari dalam setahun. Tidak ada koreksi atas ketinggalan itu, dan hitungan berjalan terus, tidak ada milad tidak ada ulang tahun.  
Keunikan tahun komariah ini, terlihat pada misalnya waktu untuk berpuasa. Coba andaikata puasa itu ditetapkan pada bulan Juni yaitu musim panas bagi bumi belahan utara, maka tahun depan dan seterusnya akan berpuasa terus dalam musim panas. Tetapi karena dalam setahun pergantian bulan lebih cepat 9-10 hari, maka puasa yang dimulai tadinya diakhir Juni (umpamanya) akan bergeser ke pertengahan lalu ke awal Juni dan seterusnya turun ke bulan Mei, dan seterusnya lagi pada tahun-tahun berikutnya. Dengan demikian setiap orang yang tinggal di muka bumi ini akan merasakan puasa secara adil pada musim yang berbeda.
Bagi yang usil mungkin bertanya, bagaimana bagi mereka yang tinggal atau berwisata di 66 1/2 derajat lintang selatan/utara atau lebih atau di daerah kutup yang mataharinya terbit selama 6 bulan terus menerus kemudian terbenam selama 6 bulan terus menerus pula? Karena di daerah itu tidak ada manusia yang tinggal (kecuali orang Eskimo?) maka pembahasan ditunda saja dulu.

                                                                                                                                                                 
                             MATAHARI  TERBENAM. Dimana? Di persinggahan antara Mekah dan Madinah.
                                      Apabila matahai terbenam, than the new moslem day begins tulis Americana
                                      Ensyclopedea. Memang begitulah cara perhitungan hari di tahun-qomariah,
                                      bukan pada jam 12 tengah malam. Tapi ada orang Indonesia sudah S2 sudah
                                      haji pula masih ngotot hari berganti pada jam 12 tengah malam, kalah dengan
                                      redaksi Americana Encyclopedae yang mungkin bukan seorang muslim.

Orang Tionghoa atau Cina mempunyai tahun baru tersendiri, kalau di Bangka disebut Kongnyan atau nama lainnya Tahun Baru Imlek. Mereka menggabungkan tahunsyamsiah dan tahunkomariah. Maksudnya satu tahun mereka adalah satu tahunsyamsiah, tetapi bulannya menggunakan bulan pada tahunkomariah (29-30 hari per bulan), maka akan terdapat selisih 9-10 hari pertahun.  Tetapi mereka mempunyai cara tersendiri untuk koreksi selisih itu, sehingga start perhitungan tahun baru kembali pada titik semula yang benar, menurut keyakinan mereka. Setelah 3 tahun akan tertinggal 3x10= 30 hari= 1 bulan, maka problem berikutnya bagaimana menyisipkan ketinggalan itu.

  Lilin, digunakan sebagai sumber cahaya apabila tidak ada lagi sumber cahaya lain.yang tersedia.
Dalam ilmu fisika dibahas mana pembakaran sempurna mana pembakaran tidak sempurna, dan bagian-bagian lainnya dari sebuah nyala pembakaran, tapi yang gampangnya menyebut; ini gambar lilin.
Dalam menghadapi tahun baru, terkadang  gambar lilin dijadikan sebagai lambang tanggal satu bulan satu pada penggantian tahun. Lilin juga dijadikan lambang pada kegiatan gereja. 

Minggu, 07 Juli 2013

Ketika ombaknya berat.


Pantainya memang menyenangkan, apalagi dengan disediakannya sejumlah fasilitas pendukung. Tetapi pada musim tertentu ombaknya bisa menjadi berat seperti terlihat pada video ini:


Laut Tanjung Pesona Bangka terhubung ke laut Cina Selatan yang kaliber samudra maka tak heran bila ombaknya pada suatu waktu bisa menghempas kuat. Pada musim seperti ini para nelauyanpun menunda ke laut untuk menangkap ikan. Lalu waktu yang ada dimanfaatkan untuk memperbaiki perahu, merajut jaring yang rusak, atau berpindah sementara ke pekerjaan lain. Aktivitas wisata pantai sangat dibatasi atau juga ditunda.


Tetapi pada musim normal yang tentunya jauh lebih panjang, ombaknya sangat bersahabat, malahj anak kecilpun tidak takut dipercik airnya asik bermain berramai-ramai. Airnya jernih, dan dibawah kaki pasir putih  tak ada batu karang yang bakal melukai. Kalaupun ada batu, maka batu itu adalah batu granit berukuran raksasa berukuran kecil yang permukaan licin seperti batu gunung menggelinding sepanjang sungai sehingga menjadi batu yang apik.


Apakah masih merasa kurang aman sehingga perlu tempat yang lebih tenang?    Gampang pilihannya, yaitu pergi saja ke kolam renang seratus meter lebih dari bibir pantai. Jelas airnya tidak asin, dan tersedia kolam yang berair dalam  untuk orang dewasa  dan kolam yang berair dangkal  untuk anak-anak atau orang yang belum pandai berenang tetapi kepingin main air atau berbasah-basahan..Pilihannya misalnya video berikut ini: